About

TRI RAHMAH SILVIANI | 15709251035 | PMat A | UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Sabtu, 31 Oktober 2015

REFLEKSI KE - 7 PART 2

REFLEKSI PERTEMUAN KE 7 PART 2
Tri Rahmah Silviani | 15709251035
Selasa 27 oktober 2015
Ruang 305b gedung pasca lama.
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, MA

MENEMBUS RUANG DAN WAKTU DENGAN IKHLAS ADALAH KUNCI UTAMA HIDUP

Pada pertemuan ke tujuh ini, setelah selesai melakukan tes jawab singkat kembali prof Marsigit melakukan tanya jawab dengan mahasiswa PPs Pmat kelas A 2015. Prof Marsigit menekankan bahwa pertanyaan yang kami ajukan telah ada jawabannya didalam blognya Prof Marsigit. Tetapi untuk mengetahui maknanya tidak seperti melihat kerikil dihalaman tetapi perlu pemahaman mendalam untuk memaknai elegi-elegi tersebut. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan pada pertemuan kali ini yaitu :
1.     Bagaimana sih caranya untuk meningkatkan pemahaman kami tentang filsafatnya bapak?
2.    Bagaimana pandangan fisafat tentang pemimpin yang sesuai dengan agama
3.    Dalam mengolah pikir menembus ruang dan waktu itukan bertujuan untuk membangun dunia, bagaimanasih caranya untuk membangun dunia dengan rasa ikhlas?
4.   Apasih bedanya paradewa dengan powernow
5.    Apa bedanya powernow dan multifaced.
6.   Bagaimana pandangan filsafat tentang perbedaan agama.
Berikut hasil tanggapan Prof marsigit.
Tanggapan untuk pertanyaan no 1
Untuk meningkatkan pemahaman tentang olah pikir saya tingkatkanlah bacaan anda pada elegi-elegi yang saya tuliskan didalam blog saya, didalam membaca harapannya yaitu agar anda mengerti pemikiran saya. Anda melakukan Isomorphise dengan saya walaupun jauh tetapi anda tetap bisa bertemu dengan saya didalam blog saya. Isomorphisme dinamakan pemetaan satu satu yaitu misalnya dikutub utara ada beruang dan dipikiran kita juga ada beruang jadi pemetaan satu-satu yaitu mencari tahu sesuatu agar dapat diolah pikir didalam pikiran. Jadi pikiran manusia isomorphisme dengan dunia. Dunia itu berdasarkan apa yang engkau pikirkan kecuali manusia itu mabuk , pikun, gila atau amnesia, berkata tetapi tidak menyadarinya. Tes ini dimaksudkan agar rendah hati dalam bidang keilmuan, setinggi-tinggi langit masih ada langit. Setinggi-tingginya ilmu manusia masih ada ilmu manusia lain yang lebih tinggi jadi rendah hati itu adalah tidak sombong didalam menuntut ilmu. Kesombongan dalam arti normatif adalah mitos. Mitos artinya jelas. Berarti sudah merasa jelas, ancamannya adalah mitos maka didalam belajar filsafat itu adalah memikirkan tetapi ada batasnya, batasnya adalah spiritual. Transendennya naik ke spiritual ada batas berpikir dimana pikiran harus berhenti. Jika anda berdo’a khusyu sekali tetapi misalnya sholatnya didepan televisi karena ada acara yang bagus maka itu adalah batas kekhususannya sampai seperti itu.
Pengalaman saya tinggal dimesjid untuk beritikaf (memperbaiki ibadah) yaitu untuk mengetahui tata cara sholat, tata cara wudhu dan sebagainya. Belajar dari para sufi, ternyata do’a ada fase dimana pikiran kita berhenti. Do’a diambil alih oleh yang maha kuasa, itu adalah harapan berdo’a bagi manusia. Jadi do’a yang sebenarnya adalah tidak menyadarinya. Segala macam hubungan antara pikiran dan hati tertuang pada tulisannya pak Marsigit tentang ritual ikhlas. Jadi dengan cara banyak membaca maka harapannya pertanyaan yang saya sampaikan bisa anda tanggapi sesuai dengan pemikiran saya. Maka bacalah blog saya dan buatlah comen. Tes ini tidak semata-mata untuk menguji kemampuan anda tetapi mengadakan yang mungkin ada. Filsafat adalah dirimu sendiri, disini saya tidak mentransfer filsafat tetapi bangunlah filsafat dirimu sendiri dengan bacaan-bacaan yang engkau pilih maka pada tatap muka ini marilah berdialog dengan saya.
Tanggapan untuk pertanyaan no 2
Dari sisi filsafat kalau membicarakan pemimpin dan yang dipimpin mebicarakan struktur dunia yang berdimensi. Seorang pemimpin dimensinya lebih tinggi, maka pemimpin itu adalah dewa bagi yang dipimpin. Jangan salah paham, logika para dewa maksudnya adalah logika para pemimpin. Bagi adekmu kamu adalah dewanya, logikamu adalah logika para dewa bagi adikmu dan bagi adikmu kamu adalah transenden. Dewa itu berstruktur ada dewa raja ada dewa prajurit, ada dewa perdana menteri ada dewa menteri ada logika para dewa, kesalahan para dewa, kontradiksi para dewa.
Bahasa analognya seorang pemimpin hubungan antara subyek dan predikat. Mempunyai dimensi yang lebih tinggi. Agar memiliki dimensi yang lebih tinggi pikiran dan pengalaman, pikiran lebih luas. Lebih tinggi dan pengalaman lebih luas lebih tinggi dari segi fisiknya usia. Dari segi formalnya anda melanjutkan study kuliah s2 untuk meningkatkan dimensi mencari pengalaman. Indikator adanya dimensi, sebenar-benar hidup adalah menuju dimensi yang lebih tinggi. Karena manusia itu gejalanya menuju lurus, siklik berputar maka lupa. Semakin hari semakin hebat dan lupa, ada fasenya dimana yang anda ingat itu menjadi lupa itu artinya siklik. Orang tua menjadi anak-anak lagi, dunia barat mengaggap hidup ini lurus. Yang lurus adalah open ended, karena open ended, endednya itu terbuka sampai-sampai dia tidak mengetahui arah hidupnya mau kemana atau what nextnya. Siklik terluar kita adalah spiritualisme kita dipayungi oleh kehidupan spiritual. Sehebat-hebat pikiran anda, maka istigfarlah do’a dan sholatlah.
Sifat-sifatnya pemimpin adalah hubungan antara subyek dan predikat, bagaimana anda mengelola sifat-sifat anda, sifat anda itu semiliar pangkat semiliar sifata yang ada. Itu baru sifat yang ada didalam diriku belum sifat diluar diriku. Sebenar-benar manusia tidak lengkap dan tidak sempurna menjatuhkan sifat. Jika pandangan kita sempurna misalnya kita memandang semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia kemungkinan besar kita akan pingsan artinya tidak bisa hidup. Sebenar-benar manusia bersifat determinis, menentukan dan ditentukan itu dipilih sesuai dengan kemampuannya dan sesuai dengan konteksnya. Sekarang kamu lebih tinggi tetapi jika dijejerkan dengan pemain basket di Amerika maka dirimu itu sangat pendek. Maksudnya menjatuhnya sifat itu determin. Tumbuh-tumbuhan bisa hiduo karena determin oleh matahari. Determin adalah nasib, hidup tidak ada yang benar hanya menuju ideal yang kita cita-citakan. Maka hati-hati bagi pemimpin yang mengemban amanah agar tidak salah dan semena-mena menentukan nasib yang dipimpin atau menjatuhkan sifat pada yang dipimpin. Karena setiap yang dipimpin itu adalah dunia. Ada struktur dunia yang lengkap yang dipimpin itu. Jika kita mengeliminasi  dengan cara mengabaikan maka kita telah mengabaikan dunianya (yang dipimpin). Jika kita menurunkan pada ilmu bidang, maka seorang pemimpin harus mengetahui keterampilan managerial (ilmu kepemimpinan), dinaikan spiritualitas. Carilah ayat-ayat yang menyinggung kepemimpinan.
Tanggapan untuk pertanyaan no 3
Caranya adalah sesuai dengan hukum-hukum tuhan. Ikhlas itu sunnatullahNya, karena menembus ruang dan waktu itu juga kodratnya, Ikhlas itu juga kodratnya. Saya mendefinisikan ikhlas satu level lebih rendah dari spiritual didalam filsafat. Keihlasan itu menembus ruang dan waktu. Batu itu sangat ikhlas menembus ruang dan waktu, jika tidak ada keiklasan berarti tidak bisa menembus ruang dan waktu. Ikhlas itu sebenar-benarnya hidup maka menjalani hidup itu sesuai dengan kodratnya. Jika ada pemaksaan kehendak itulah yang dinamakan tidak ikhlas, keadaan salah ruang dan salah waktu. Misalnya ruangan ini di pasang bom, sehingga ruangan ini dipaksa menjadi gelap, runtuh, jatuh. Secara meterial menembus fisik, mnembus formal, menembus normal dan menembus spiritual. Maka kiamat ada dua kiamat diri dan kiamat umum (universal). Kiamat diri ketika dirimu sedang bermasalah, bunuh diri inilah yang disebut salah ruang dan salah awaktu. Belajar yang paling baik sesuai dengan khasanah filsafat adalah sesuai kodratnya manusia. Membangun hidup itu, bersilaturrahim, membangun komunikasi, kemandirian siswa, kemerdekaan siswa, otonomi siswa. Kemudian muncullah berbagai macam konsep ikhlas, ikhlas dalam kehidupan sehari-hari, ikhlas dalam konsep spiritual, ikhlas adalah menembus ruang dan waktu secara kodrati.
Tanggapan untuk pertanyaan no 4
 Ayam itu dewanya cacing, cacing itu dewanya tanah karena cacing makan tanah. Engkau dewanya adekmu, aku dewamu, engkau dewa kendaraanmu. Maksudnya dewa adalah subyeknya, daksa itu obyeknya. Kalau dewa di langit daksanya di bumi. Kalau kamu mau menikah dewamu itu peghulu, Harus dibuat penghulu itu ikhlas dalam menikahkan. Maka didunia ini Amerika, Cina, Rusia, adalah negara para dewa karena mereka punya nuklir, Indonesia adalah daksanya karena ndonesia tidak memiliki nuklir. Dalam kajian sosial  politik maka muncullah powernow, strukturnya yaitu arkaik manusia batu paling rendah, tribal suku pedalaman, tradisional, feudal, modern (jaman moderen itu pada tahun 1700an) sekarang jaman posmodern atau pos pos modern atau posmo istilah sosiologinya kontemporer. Disitu yang bercokol menjadi dewa adalah sang powernow, maka siapakah powernow itu? Powernow adalah negara superpower yaitu Amerika maka dewanya yaitu Barack Obama. Jika secara filsafat seorang kepala negara mengunjungi kepala negara superpower maka sang kepala negara lain haruslah membawa sesaji, sesajinya itu berupa investasi. Analisisnya seperti itu, kaitan filsafat dengan narasi besar ideologi dan politik pendidikan dunia. Jikalau mau duduk sama rendah berdiri sama tinggi tidak mungkin, itu hanya kata-kata yang ada diluar, kata-kata metafisiknya tidak bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah itu politiknya.
Tanggapan untuk pertanyaan no 5
Powernow digambarkan orang yang super maka tidak cukup kalau wajahnya hanya punya satu. Maka yang dilakukan oleh super power memiliki multifaced, dalam pewanyangan yang diperankan oleh alangkadiraja dan prabu rahwana punya banyak muka. Dasa muka menunjukkan hidup yang standar ganda, jika mukanya satu standarnya satu, mukanya sepuluh standarnya sepuluh. Orang mukanya satu saja punya banyak standar, oleh karena itu tidak heran jika kita bergaul dengan orang-orang superpower mereka selalu menerapkan standar ganda. Ke syiria juga menawarkan bantuan tetapi ada maksud lain, multiplestandar. Didalam perwayangan dasak muka, prabu rahwa biasanya orang seperti itu orang yang tidak baik (jahat), tetapi dalam pengertian baik kita juga perlu multifaced, multi dimensi, multi kebutuhan. Alat untuk menembus ruang dan waktu agar sopan dan santun, misalnya wajahnya bersungut, ketemu dosen wajahnya bersungut, ketemu calon suami bersungut karena wajahnya cuma satu. Misalnya lagi ketemu teman wajahnya bergembira, pdahal tadi dirumah bersungut pada suami berarti minimal kita sudah punya dua wajah. Dari sisi filsafat multifaced untuk menembus ruang dan waktu supaya kita sopan dan santun. Sebetul prabuwijoyo juga multifaced tetapi tidak ditonjolkan. Ketika parbu mengalahkan angkara murka prabu rahwana digambarkan dia bersama-sama dengan alam maka dia bekerja sama dengan Hanoman. Hanoman (anom = muda), orang muda memiliki peranan menentukan masa depan. harapan orang tua kepada anda seperti hanoman menyelesaikan masalah, memegang amanah.
Tanggapan untuk pertanyaan no 5
Perbedaan agama itu berdimensi, berlevel dari material, formal, normatif dan spiritual. Maka mensiasatinya adalah sesuai dengan ruang dan waktu dan dimensinya. Jika aku sedang sholat tidak mungkin saya mengajakmu begitupun engkau yang berbedaa agama denganku. Kemudian turun keilmu bidang, politik, tata kenegaraan. Indonesia memilik dasar falsafah pancasila, pancasila itu adalah monodualisme. Monodualisme adalah Hablum minallah dan habluminannas. Urusan tuhan urusan kita msing-masing urusan manusia mari kita bergaul sebaik-baiknya. Pancasila itu tetap relevan, sejak dulu bangsa yang toleran, toleran adalah  menghargai orang yang berbeda dengan kita. Manusia tidak ada yang sama. Jika mau mecari persamaan ada skopnya, skop agama, skop kuliah, skop tugas. Laki-laki perempuan berbeda, jika laki-laki berbicara tentang sarung, kopiah ada juga dipakai wanita skopnya berbeda-beda, jika jilbab itu jelas itu urusan wanita. Itulah contoh skop-skopnya masing-masing. Misalnya transgender, secara psikologi transgender the power of mind, jika dilahirkan menjadi laki-laki maka akhirnya jadi perempuan juga. Budaya itu mencerdaskan menambah pengetahuan. Disamping orang-orang hanya memiliki motif tertentu. Budaya manusia itu berkemistri berakumulasi. Jika mau menentang kebudayaan itu maka sulit untuk mengubahnya. Kontradiksi didalam pikiran menjadi anomali. Tenyata hidup itu full of kontradiksi.












REFLEKSI KE - 7 PART 1

REFLEKSI KE -7 PART 1
Tri Rahmah Silviani | 15709251035
Selasa 27 oktober 2015
Ruang 305b gedung pasca lama.
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, MA

MENEMBUS RUANG DAN WAKTU MELALUI KAJIAN SPIRITUAL
UNTUK MENDAPATKAN KUNCI KEHIDUPAN AKHIRAT

Pada pertemuan ke tujuh ini, kembali prof Marsigit melakukan tes jawab singkat dengan PPs PMat kelas A 2015. Tes kali ini masih pada menembus ruang dan waktu. Tes jawab singkat ini bertujuan bukan semata-mata untuk menguji pemahaman kami tetapi untuk mengadakan yang mungkin ada bagi kami. Tesnya seperti berikut.
1.     Apa spiritualnya material? Spiritual dari material adalah ciptaan Tuhan
2.    Apa materialnya spiritual? Material dari spiritual adalah alat ibadah misalnya, mukennah, sajadah, tasbih dan lain sebagainya
3.    Apa spiritualnya formal? Spiritualnya formal adalah Do’a karena do’a merupakan wujud spiritual dalam ranah yang formal, wajib untuk dijalankan
4.   Apa formalnya spiritual? Formalnya spiritual adalah Ritual, ritual disini seperti melaksanakan ibadah contohnya sholat. Jadi formalnya suatu spiritual bagi kaum muslim adalah sholat.
5.    Apa spiritualnya normatif? Logika tuhan, maknanya bahwa spiritual yang normal itu adalah logika dari Tuhan, tidaklah ada logika manusia yang mampu normal karena manusia bersifat relatif terhadap ruang dan waktu.
6.   Normatifnya spiritual? Ilmu, normalnya spiritual adalah sebagai pengetahuan kepada manusia dalam menjalani kehidupan itulah yang disebut ilmu kehidupan.
7.    Apa spiritualnya wadah? Spiritualnya wadah adalah ciptaan Tuhan, yang ada maupun yang mungkin ada
8.   Wadah dari spiritual adalah? Agama, bagi manusia yang percaya dan yakin adanya tuhan.
9.   Apa spiritual dari isi? Ciptaan Tuhan.
10. Isi dari spiritual adalah ? kuasa Tuhan
11.  Normatifnya material? Normalnya sebuah material adalah ilmu pengetahuan.
12. Material dari normatif adalah? Museum
13. Normatifnya formal adalah? Ilmu hukum
14.Formalnya normatif adalah? Perayaan, baik itu perayaan hari besar atau perayaan  lainnya
15. Psikologinya material adalah? Gejala material
16.Materialnya psikologi ? tindakan psikologi
17. Spiritualnya logika? Logika Tuhan
18.Logika Spiritual ? kajian spiritual, maka jika ingin mengetahui tentang agamamu ikutilah kajian-kajian tentang agamamu, dalam islam seperti ceramah agama.
19.Spiritualnya pengalaman? Kehendak Tuhan
20.    Pengalaman spiritual? Ibadah (sholat, puasa, haji dan sebagainya)
21. Spiritualnya konsisten? Ketetapan tuhan
22. Konsistennya spiritual? Istiqamah
23.Spiritualnya analitik? Tuhan mahakonsisten
24.    Analitiknya spiritual?kuasa Tuhan
25.Spiritualnya a priori? Berpikir untuk ibadah
26.    A priorinya spiritual? Keyakinan, jika memikirkan spiritual maka yakinlah. Jika tidak yakin maka tidak akan pernah ketemu dengan apa yang kamu cari. Misalnya dalam mencari dzat Tuhan, sampai ujung duniapun jika kamu mencariNya dengan ilmu dan pengalaman yang kamu punya maka kamu pasti tidak akan menemukannya. Spiritual adalah keyakinan, kepercayaan. 
27.Spiritualnya sintetik? Kehendak tuhan
28.    Sintetiknya spiritual? Surga
29.    Spiritualnya identitas? Monisme
30.    Identitasnya spiritual? Esa
31. Spiritualnya kontradiksi? kuasa tuhan
32.Kontradiksi dari spiritual? Ciptaan Tuhan, semua yang ada dan mungkin ada dari ciptaan tuhan itu berkontradiksi kecuali Tuhan itu sendiri yang tidak berkontradiksi
33.    Normatifnya analitik? Metakognisi
34.    Analitiknya normatif? Analitis
35.    Normatifnya a priori? Metakognisi
36.    A priorinya normatif? A priori
37.    Normatifnya sintetik ? sebab akibat
38.    Sintetiknya normatif? Sintetik
39.    Spiritualnya aposteriori? Keagungan atau kebesaran tuhan
40.   Aposteriorinya spiritual? Ibadah anak kecil
41.Normatifnya aposteriori? Pengalaman
42.    Aposteriorinya pengalaman? Aposteriori
43.    Spiritualnya transenden? Kuasa Tuhan
44.   Transendennya spiritual? Petunjuk tuhan
45.    Normatifnya transenden? Logika para dewa
46.   Transendentnya norma? Normatif
47.    Formalnya transendent? Pertunjukkan wayanng
48.   Transendennya formal? Ketentuan dewa
49.   Spiritualnya hayalan? Ridho tuhan
50.    Hayalan spiritual?  Cerpen spiritual

Kesimpulan dari tes ini adalah  wadah dari spiritual adalah agama, agama merupakan keyakinan untuk mengakui atau mempercayai keesaan tuhan atau kuasa tuhan. Materialnya spiritual adalah alat ibadah misalnya mukennah, sajadah, kopiah dan lain sebagainya kemudian formalnya spiritual adalah ritual, seperti sholat, sembahyang dan lain sebagainya, normalnya spiritual adalah ilmu yang bermanfaat, dan transendennya spiritual adalah petunjuk tuhan.
Jadi dalam agama kita akan mengetahui kekuasaan Tuhan atau absolutnya tuhan karena didalam agama kita akan mengetahui tentang petunjuk tuhan untuk melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya, didalam agama juga kita akan mengetahui bagaimana manfaat dari ilmu yang telah dipelajari, ilmu juga untuk mengetahui yang benar dan salah serta didalam agama kita mengetahui tentang ritual atau ibadah serta do’a. Jadi agama merupakan kumpulan terlengkap didalam kehidupan. Sintesis hati dan pikiran yang berlandaskan spiritual merupakan kunci keberhasilan atau kesuksesan hidup manusia. Karena sebenar-benarnya hidup adalah menggapai ridho Allah SWT.

Percaya pada agama berarti percaya pada dunia yang tidak kekal, dunia hanyalah tempat mencari kunci dan untuk mendapatkan kunci ke pintu alam selanjutnya adalah tergantung ilmu yang kita dapat didunia. Kehidupanmu hari ini akan menentukan kehidupanmu di kehidupan mendatang atau masa depanmu tergantung sikapmu hari ini. Semoga bermanfaat. 

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN

Catatan,  27 Oktober 2015
Matakuliah Metodologi Penelitian
Dosen Pengampu : Dr. Heri retnawati
INSTRUMEN PENELITIAN

Membuktikan Validitas dan Mengestimasi Reliabilitas.
A.   Validitas
Validitas berhubungan dengan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur secara tepat apa yang seharusnya diukur (Tuckman, 1972:140; 1981:110). Tujuan dari validasi instrumen adalah untuk memastikan bahwa instrumen yang telah kita buat itu layak digunakan dan mengukur apa yang hendak diukur.
Validitas ada 3 yaitu :
1.     Validitas isi
Validasi isi dapat dilakukan denga expert judgment atau pertimbangan ahli untuk menilai isi dari instrumen secara sistematis. Validitas isi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu validitas tampang dan validitas logis. Validitas tampang diperoleh melalui pemeriksaan terhadap butir-butir instrumrn/tes untuk membuat kesimpulan bahwa instrumen/tes mengukur aspek yang relevan. Validitas logis, dapat dilihat sejauh mana butir soal merepresentasikan instrumen, jadi semua butir soal haruslah mewakili setiap instrumen.
2.    Validitas Kontruks
Validitas kontruks dilakukan setelah validitas isi. Setelah menurut para ahli suatu instrumen dikatakan valid maka selanjutnya dilakukan validitas konstruk dengan menggunakan analisis faktor.
Analisis faktor dapat juga dimaknai sebagai metode statistik yang menyelidiki antar hubungan seperangkat skor tes/alat ukur serta menetapkan jumlah faktor atau konstruk yang diperlukan untuk menerangkan antara hubungan itu (Ary, Jacobs & Razavieh, 1982-291).
Misalnya :  membuktikan apakah kemampuan berbahasa, atau kompetensi Bahasa, benar-benar terdiri dari listening, reading, writing dan speaking. Apakah instrument kita memuat semua itu maka itulah yang disebut validitas construct.
Validitas konstruct, EFA  (factor analisis) dan CFA (confirmatory factor analisis)
3.    Validitas kriteria
Validitas kriteria harus ada dua tes, tes yang akan divalidasi dan kriterianya. Validitas waktu berjauhan disebut validitas prediktif sedangkan waktunya berdekatan disebut koheren

B.   Reliabilitas
Reliabilitas merujuk kepada sejauhmana suatu alat ukur secara konsisten mengukur apa yang seharusnya diukur (Tuckman, 1972: 136 ; Gay 1981: 116)
Realibilitas merujuk pada konsistensi. Untuk mengetahui konsisten atau tidak, dapat dilakukan dengan banyak cara
1.       Metode tes berulang (test-retest methods)
2.       Metode bentuk paralel (equivalent methods )
Untuk mengestimasi reliabilitas secara eksternal
3.      Konsistensi internal, contohnya belah dua seolah-olah instrument dibagi dua contoh genap dan ganjil. Tetapi harus dibuktikan dulu asumsinya genap dan ganjil tersebut.
4.      Realibilitas komposit, jumlahan dari beberapa. Untuk mengestimasi instrument yang skornya bukan hanya 1 dan 0. Menggunakan reliabilitas alpha. Apapun datanya paling aman menggunakan estimasi alpha
5.      Realibilitas dengan generalisable
Untuk data kualitatif raliabilitas dan validitas tetap ada melainkan beda istilah. Kalau validitas diganti menjadi prediktibilitas. Mengguanakan triangulasi, diamati berulang-ulang.

Ada ahli yang menyatakan bahwa menghitung validitas dengan membuat korelasi butir dengan skor total disebut validitas butir. Pertanyaannya, validitas butir ada atau tidak ada korelasinya dengan skor total? Dan masuk ke jenis validitas yang mana? Jawab : validitas butir ini tidak ada, ini merupakan salah konsep. Korelasi butir dan korelasi total merupakan ekstensi reliabilitas.
Referensi tambahan
Wagiran. (2015). Metodologi penelitian pendidikan. Yogyakarta: Deepublish 

Sabtu, 24 Oktober 2015

REFLEKSI PERTEMUAN KE – 6 PART 2

REFLEKSI PERTEMUAN KE – 6 PART 2.
Tri Rahmah Silviani | 15709251035
Selasa 20 oktober 2015
Ruang 305b gedung pasca lama.
Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, MA

PERBANYAKLAH PERBENDAHARAAN KATA UNTUK MENEMBUS RUANG DAN WAKTU

Setelah mengkoreksi hasil tes jawab singkat tentang batu “menembus ruang dan waktu” mahasiswa diminta untuk menuliskan pertanyaan. Secara langsung atau lisan ibu Retno Kusuma Dewi bertanya. Pertanyaanya bagaimana penjelasan dari tes jawab singkat tadi terkait dengan tingkatan batu, material, formal, normatif dan spiritual. 
Struktur batu yang diujikan tadi hanyalah sebagian dari semiliar struktur dari yang ada dan yang mungkin ada. Struktur itu banyak dan beragam jenisnya, struktur itu juga berstruktur. Contoh struktur yang lain , kiri dan kanan, atas dan bawah jauh dan dekat, siang dan malam. Itu merupakan struktur dunia, sadar atau tidak sadar semua mengalami siang dan malam, misalnya manusia tumbuh-tumbuhan maupun binatang mengalami struktur tersebut. Kenapa karena berfilsafat itu ekstensi dan intensif dalam sedalam-dalamnya luas seluas-luasnya. Kalau kita mengidentifikasi semua struktur yang ada dan yang mungkin ada maka tidak akan pernah selesai karena terbatas ruang dan waktu. Maka dari itu kita ambil struktur yang istimewa, yang strategi dan yang potensial. Semua yang ada dan yang mungkin ada bisa jadi senjata, batu senjata, gorden senjata, lampu senjata, oksigen senjata, karena benda-benda itu bisa saja menjadi pembunuh bagi kita, tetapi orang membuat senjata dengan efisien dan efektif. Misalnya pisau, senjata api atau laser. Maka dalam berfilsafat  ada struktur yang bermanfaat, yang efisien dan efektif yang bisa kita pakai. Material, formal, normatif, spiritual untuk menyadarkan diri kita.
Sebenar-benar hidup adalah ingin hidup yang baik, sifat-sifat hidup juga bermiliar-miliar. Sukses juga memiliki bermiliar-miliar indikator untuk bisa sukses maka direduksi menjadi sukses pada umumnya dewasa ini, misalnya mahasiswa punya laptop dan sebagainya. Sukses kekinian misalnya kalian lulus ujian, maka jika ingin sukses kriteria didalam filsafat adalah sopan dan santun sesuai ruang dan waktu. Sopan dan santun akan ruang dan waktu bukan sopan dan santun diam atau tidak tetap tetapi sopan dan santun yang dinamik, menembus ruang dan waktu. Maka batupun menembus ruang dan waktu karena diam-diam batu itupun mengikuti kalender, yaitu sadar atau tidak sadar yang menyadarinya adalah subyek batu.
Tes tadi merupakan contoh menembus ruang dan waktu, untuk menembus ruang dan waktu kita harus memiliki perbendaharaan kata. Sebenar-benar dunia adalah bahasa. Filsafat analitik, dunia itu adalah kata-katamu. Maka sebenar-benarnya kata-katamu itulah menunjukkanduniamu. Beradablah dalam berkata, karena sebenar-benarnya kata adalah do’a. Maka hati-hatilah jika engkau berkata dan marah, karena pemarah adalah sebenar-benarnya determinisme. Determinisme menembus ruang dan waktu yang salah. Perjuangan hidup yang benar adalah menembus ruang dan waktu yang bijaksana. Bijaksananya daerah yang satu dengan yang lain berbeda, marahnya laki-laki dan perempuan pun berbeda-beda tempramentnya. Naik motor juga beda cara duduk laki-laki dan perempuan. Jadi untuk menembus ruang dan waktu yang benar perbanyaklah perbendaharaan katamu jika kamu ingin mengerti apa yang kamu pelajari, dengan perbendaharaan kata juga kita bisa mengidentifikasi mana yang harus dilakukan mana yang harus dijauhkan, dan perbendaharaan kata juga mampu mengidentifikasi mitos dan logos.
Tes ini dalam rangka memperoleh keterampilan, jika di ekstensikan ini baru batu belum bilangan, batu diluar pikiran sedangkan bilangan didalam pikiran. Spiritualnya bilangan, normatifnya bilangan, secara ontologis batu dan bilangan berbeda jadi normatifnya batu berbeda dengan normatifnya bilangan. Batu tadi untuk mensimulasikan menembus ruang dan waktu. Aku bisa berfilsafat berangkat dari sebuah batu, berangkat dari sebuah bilangan, manusia, dan aku bisa membangun dunia dari yang ada dan yang mungkin ada. Agar kita bisa membangun dunia kita memerlukan keterampilan menembus ruang dan waktu. Agar kita bisa menembus ruang dan waktu yang benar dan baik diperlukan pengetahuan perbendaharaan kata. Misalnya percaya, letaknya kepercayaan ada didalam hubungan diantara obyek dan subyek antara wadah dan isi, hubungan itu diluar dan dalam pikiran. Kepercayaan juga bisa digunakan untuk menembus ruang dan waktu. Jika diekstensi metode ilmiahnya kepercayaan adalah validitas. Kepercayaan dari suatu data adalah validitas isi. Kepercayaan dari tulisan ilmiah adalah validator. Makanya baca dan bacalah blog saya karena pertanyaan anda semua ada disana cuma tidak seperti mengambil batu kerikil dihalaman yang kelihatan langsung diambil. Sedikit keatas spiritual, beribu-ribu kali kamu memanggil nama tuhanmu belum tentu didengar karena mungkin adabnya salah begitupun dengan elegi-elegi saya beribu-ribu kali dibaca belum tentu engkau mengerti karena adabnya yang salah. Maka diperlukan kesabaran, keihlasan dan ketelatena. Dan sebagian para pembaca salah paham dalam mengartikan suatu elegi, misalnya pada elegi menyesali rumahku yang terlalu besar. Komentar salah satu pembaca mengatakan “makanya pak buat rumah jangan besar-besar” padahal makna yang terkandung disana adalah manusia sibuk dengan urusan dunia, tidak menyadari akan urusan akhirat. Jadi kita kehilangan idealisme gara-gara pragmatisme (budaya instan) sedangkan didalam koment filsafat itu dibutuhkan idealisme dari pembaca. Salah satu contoh lagi, rekaman kuliah filsafat pak Marsigit, komentarnya cuma apa “rekamannya bermanfaat pak amin”. Itu berati pembaca belum download rekamannya, belum mendengar rekamannya. “Namanya rekaman pasti bermanfaat pak.” Jadi adab yang dilakukan oleh pembaca dalam memahami sebuah elegi tidak sesuai dengan adab yang seharusnya, maka dari itu untuk memahami elegi bapak Marsigit perbanyaklah perbendaharaan kata.
Sekali lagi diulangi oleh Prof marsigit, fungsi dari tes bukan semata-mata menguji tetapi mengadakan yang mungkin ada. Lebih menyadari “aku belum mengerti” itu penting, merasa mengerti padahal belum mengerti itu dinamakan sombong. Itu musuh besar diri kita dalam berfilsafat. Memerangi diri sendiri lebih berat daripada memerangi orang lain. Memerangi diri sendiri itu menyadari bahwa telah mengerti ketidak mengertianku. Orang pertama yang melakukan itu adalah Socrates. Ternyata “aku tidak bisa mengerti apapun”. Bukan berarti kita tidak komen elegi karena alasan tidak mengerti seperti ungkapan Socrates. Oleh karena itu sebagai orang dewasa yang bergaul dengan suami, suami itu dunia, dia merupakan struktur, kalau kita main paksa berarti kita menembus ruang dan waktu yang salah. Secara spiritual godaan syaitan secara psikologi potensi. Untuk menembus ruang dan waktu yang benar dibutuhkan pengetahuan tentang norma, adab yang berlaku.
Pertanyaan dari saudari Evvy Lusiana, Bagaimana menumbuhkan rasa kepercayaan kepada teman sedangkan saya selalu tidak percaya kepada dia?

Percaya itu ada didalam dan ada diluar hubungan. Didalm hubungan sebagai obyek dan diluar sebagai subyek. Jika obyeknya itu dirimu maka engkau itu sifat-sifatnya. Jika percaya didalam hati naik kepikiran benar, dan turun ke hati juga benar. Maka dalam berfilsafat mencari kepastian dan kebenaran. Jika engkau mencari kepastian itu tertangkap ruang dan waktu yang salah atau mitos. Kepastianmu itulah sebagai mitos kecuali keyakinanmu kepada agamamu, itu bukan mitos itu keyakinan. Mitos artinya sebatas yang engkau pikirkan urusan dunia. Memang didalam filsafat membongkar kepastian-kepastian. Didalam psikologi interaksi hati dan pikiran menghasilkan interaksi fenomena, aktivitas. Jika engkau bangun ketidak percayaan itu jadilah dunia ketidak percayaan. Tidak percaya dalam fiilsafat adalah skeptisisme. Tokohnya Rene Descartes. Rene Descartes punya pengalaman bermimpi, mimpinya betul-betul khusyu sehingga dia tidak bisa membedakan mimpi dan bukan mimpi karena itu konteksnya. Dunia mimpinya yang penuh salju, homogen, tidak ada serba serbi kehidupan begitu pula dengan dunia nyatanya, pantas antara dunia mimpi dan dunia nyata tidak ada perbedaan hampir sama. Maka dari mimpinya itu beliau meragukan adanya Tuhannya juga. Sehingga dia mencari kepastian, apa yang dijadikan tonggak kepastian, apakah sekarang sungguh-sungguh atau mimpi. Semuanya tidak ada yang menjamin bahwa sekarang kita berada didunia mimpi atau bukan. Didalam mimpi jika dicubit bisa sakit, ada siang ada malam dan sebagainya. Bahkan bertemu orangpun Rene Descartes bertanya apakah ini mimpi atau tidak, maka satu-satunya kepastian yang pasti  yang tidak bisa dibantah adalah “aku sedang bertanya” atau “aku sedang memikirkannya”. Kesimpulannya Rene D’Scartes sebenarnya aku tidak bermimpi tetapi betul-betul ada karena aku memikirkannya. Jadi aku ada karena aku berpikir (cogito ergo sum). Maka hati-hati dalam membuat komentar,  jika anda tidak membuat komentar maka aku anggap engkau tidak ada dalam perkuliahan filsafat ilmi ini warning bagi yang belum komentar elegi. Begitupula dengan keberadaan negara Indonesia di Internasional, jika tidak ada perwakilan Indonesia yang bicara di forum Internasional berarti Indonesia dianggap tidak ada. Begitupula jika engkau mengabaikan sifat-sifat adekmu maka engkau tidak dianggap oleh orangtuamu. Mengeleminisi sifat-sifat muridmu juga merupakan engkau tidak menganggap bahwa siswamu tidak ada, itulah pentingnya berpikir. Misalnya Indonesia menolong negara tetangga ketika musibah maka Indonesia dianggap ada oleh negara lain. Palestina mengibarkan benderanya itu bertujuan agar bangsa lain mengakui keberadaan Palestina. Itulah yang dipikirkan oleh Rene Descartes. Jika diekstensikan aku ada karena aku berkarya, maka dari pemikiran Rene Descartes timbul konsep ada, pengada dan mengada. Engkau ada karena engkau membuat komen. Ada etik dan estestika dalam berfilsafat. God fathernya anda itu Rene descartes, dengan tidak percaya kepada semuanya tetapi pada akhirnya dapat menemukan Tuhan. Filsafat itu bukan di Yunani atau disana tetapi filsafat itu adalah dirimu sendiri.bangunlah filsafat dari pertanyaan-pertanyaanmu. Kita bisa membangun dunia dari yang ada dan yang mungkin ada, urusan pikiran memang kita sedang mengolah pikiran, jika engkau mulai ragu-ragu berhentilah sejenak dan berdo’alah. Do’a adalah continue agar valid penuhilah adab-adab dalam berdo’a. Semoga kita dapat membangun kecerdasan hati dan kecerdasan pikiran. Amin Allahumma Amin.